Penataan Lingkungan Hijau, MAN 3 Kota Makassar Dorong Pembelajaran Berbasis Cinta Alam
Aksi nyata Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta - Cinta Lingkungan di MAN 3 Kota Makassar. Mulai dari pembuatan apotik hidup di area depan hingga penataan pohon palem dan bunga di seluruh sudut madrasah, termasuk MAN PK.
HumasM3M - MAN 3 Kota Makassar terus menguatkan komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang asri dan nyaman. Melalui aksi nyata Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya pada pilar Cinta Lingkungan, penataan area hijau dilakukan secara menyeluruh di berbagai titik madrasah.
Fokus utama penataan kali ini menyasar area depan madrasah seperti apotik hidup kaya manfaat, serta kerapian penataan pohon palem dan aneka tanaman bunga di sepanjang koridor. Tim keindahan madrasah turun langsung memimpin proses pengerjaan ini agar setiap sudut madrasah, termasuk kawasan MAN PK, terlihat lebih indah, rapi, dan menyejukkan.
Suasana gotong royong semakin terasa dengan hadirnya mahasiswa PPL dan mahasiswa magang dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang aktif membantu di lapangan. Kehadiran mereka memberikan energi tambahan bagi para murid yang bersama-sama merawat ekosistem sekolah.
Jajaran pimpinan madrasah, mulai dari Kepala Tata Usaha hingga para Wakamad, turut memantau langsung jalannya kegiatan untuk memastikan seluruh proses penataan berjalan optimal.
Melalui penataan lingkungan ini, para murid tidak hanya diajak untuk menjaga kebersihan, tetapi juga ditanamkan rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap alam sekitar sebagai bagian penting dari proses pendidikan karakter.
Fokus utama penataan kali ini menyasar area depan madrasah seperti apotik hidup kaya manfaat, serta kerapian penataan pohon palem dan aneka tanaman bunga di sepanjang koridor. Tim keindahan madrasah turun langsung memimpin proses pengerjaan ini agar setiap sudut madrasah, termasuk kawasan MAN PK, terlihat lebih indah, rapi, dan menyejukkan.
Suasana gotong royong semakin terasa dengan hadirnya mahasiswa PPL dan mahasiswa magang dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang aktif membantu di lapangan. Kehadiran mereka memberikan energi tambahan bagi para murid yang bersama-sama merawat ekosistem sekolah.
Jajaran pimpinan madrasah, mulai dari Kepala Tata Usaha hingga para Wakamad, turut memantau langsung jalannya kegiatan untuk memastikan seluruh proses penataan berjalan optimal.
Melalui penataan lingkungan ini, para murid tidak hanya diajak untuk menjaga kebersihan, tetapi juga ditanamkan rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap alam sekitar sebagai bagian penting dari proses pendidikan karakter.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!